Ketika Manusia Dituntut Bisa


Pendidikan merupakan investasi bagi orang-orang yang ingin maju dalam kehidupannya. Banyak diantara manusia yang mengeyampingkan pendidikan, mereka lupa bahwasannya kelak mereka akan memiliki keturunan, dan mereka-lah yang akan menjadi fasilitas pertama dalam kehidupan pendidikan di keluarga.

Aku mahasiswa semester 5 dari jurusan pendidikan tata busana, yang kukira setiap harinya hanya akan menggambar desain baju, menjahit, dan mewarna. Setelah 2 tahun lebih mengenal lingkungan kampus, aku memahami menjadi mahasiswa  harus mampu beradaptasi dalam segala situasi, mulai dari sistem perkuliahan tatap muka, sampai akhirnya mata kuliah yang dikonversi menjadi MBKM.

Ketika semester 6 tiba

Semua matakuliah dikonversi menjadi MBKM, sehingga mahasiswa hanya menempuh kegiatan asistensi mengajar selama satu semester penuh. Aku yang tidak tertarik menjadi seorang guru, terpaksa harus beradaptasi dengan lingkungan sekolah, dengan modal ‘bismillah’ sambil pasrah aku perlahan-lahan mengikuti rentetan kegiatan yang dilakukan 6 bulan lamanya. Beberapa pengantar dari dosen pembimbing cukup untuk memberiku gambaran apa saja yang sekiranya akan dilakukan di sekolah.

Pertama kali bertemu dengan guru pamong, beliau menjelaskan busana yang harus digenakan setiap harinya, bagi mahasiswa yang terbiasa dengan pakaian bebas, hal itu terlalu ‘mengatur’ fashion kita. Setiap mahasiswa memegang 2 mata pelajaran dengan masing-masing terdapat 2 KD, dan di setiap KD-nya diwajibkan membuat RPP, materi ajar berupa handout, instrument tes pengetahuan, sampai nanti di tahap penilaian.

Mulai mengajar

Tantangan baru dimulai lagi, berinteraksi dengan siswa. Ternyata menjadi seorang guru tidak se-menyeramkan yang dibayangkan. Pertama kali mengajar didampingi oleh guru mata pelajaran yang asli, kukira. Mereka mendampingi sekaligus menilai bagaimana caraku mengajar dan meng-aktifkan interaksi di kelas. Setelah kegiatan mengajar pertama kali di kelas, aku mulai merasa tenang dan percaya diri untuk hari-hari selanjutnya.

Evaluasi tahap pertama

Janji temu dibuat melalui whatsapp, guru mata pelajaran memberikan beberapa kritikan dan saran, kritikan yang cukup untuk menurunkan semangat, tapi tetap harus diterima sebagai bahan evaluasi agar lebih baik lagi. Beliau memberikan kritik mulai dari membahasakan diri sebagai guru, hingga bagaimana cara menyampaikan materi. Beliau juga memberikan saran bagaimana berinteraksi yang baik di dalam kelas, dan memberikan gambaran-gambaran cara menjelaskan materi sehingga guru dipandang memahami benar apa yang diajarkan.

Menjadi guru

Semua masukan coba diterapkan, perlahan-lahan mulai terbiasa dengan suasana yang ada. Ternyata menjadi guru tidak seburuk yang kupikir pada mulanya. Aku belajar bagaimana menghadapi individu murid peserta didik. Tidak semua murid didik dapat didekati dengan pendekatan yang sama, beberapa dari mereka membutuhkan penguatan lebih. Semakin aku mengetahui metode apa yang paling tepat dalam memberikan materi kepada mereka, semakin aku memahami juga bahwasannya mereka dan aku ialah sama, kami sama-sama manusia yang punya ego nya sendiri, mereka, para peserta didik mengahrapkan guru yang sempurna dalam memberikan pelajaran, dan begitu pula sebaliknya, guru mengaharapkan murid dapat mengkituki kegiatan pmebelajaran dengan seksama, namun pada hakikatnya, seorang gruu dan murid perlu membangun kerjasama yang baik demi kelancaran proses belahar mengajar. Wajar jika salah, mereka juga tidak akan menghina, wajar jika mereka salah, karena mereka juga tidak sempurna, yang terpenting ialah bagaimana kita selalu berusaha.

Pengalaman kegiatan asistensi mengajar

Asistensi mengajar memberikan banyak pengalamn abru dalam hidupku. Kegiatan ini memberikan aku pemahaman bahwa dalam sautu proses pemeblajarn dibutuhkan banyak persiapan yang harus dilakukan oleh seorang pendidik. Bagaimana cara murid memahami setiap apa yang kita ajarkan, tergantung dari bagaimana cara kita menyampaikan. Terimakasih kepada para murid, karena mereka memberiku pelajaran yang baru, yang akan menjadi bekal perjalanan ku di kemudian hari.

Komentar